Profil Akademi Analis Kesehatan 17 (AAK 17)

SEJARAH / LATAR BELAKANG

Berdirinya Akademi Analis Kesehatan 17 Agustus 1945 Semarang merupakan salah satu dari Rencana Induk Pengembangan (RIP) Sekolah Menengah Analis Kesehatan dalam rangka membantu pemerintah dalam pengembangan system pelayanan kesehatan dan system pengadaan tenaga kesehatan. Sistem kesehatan yang berorientasi kepada tuntutan perkembangan system pelayanan kesehatan.

Di dalam sistem pelayanan kesehatan terdapat sub system pelayanan laboratorium kesehatan yang merupakan dukungan pengadaan tenaga sehingga diperlukan suatu lembaga pendidikan Program Diploma III yang menghasilkan Ahli Madya Analis Kesehatan yang mampu menunjang peningkatan pelayanan kesehatan umumnya dan pelayanan laboratorium kesehatan pada khususnya.

Dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia dan memenuhi kebutuhan pasar pada bidang tenaga ahli madya pada khususnya analis kesehatan, maka Yayasan Pembina Pendidikan 17 Agustus 1945 Semarang menyelenggarakan program study jenjang Diploma (D-III) Analis Kesehatan dengan berdasar SK Menteri Kesehatan RI Nomor HK. 00.06.1.1.729 tanggal 25 Maret 1993 dan telah diperbaharui dengan nomor ijin terbaru HK.03.2.4.1.4927 pada tanggal 19 Desember 2003. selama lebih 10 tahun berjalan telah dicapai berbagai perkembangan di segi sarana dan prasarana, kegiatan operasional akademik maupun pelaksanaan program perguruan tinggi.

Sebagai instituti di bawah pengelolaan Departemen Kesehatan yang dibina langsung oleh Dinas Kesehatan Propinsi, kini AAK 17 Agustus 1945 Semarang telah memasuki usia yang ke-12 dan telah meluluskan ribuan alumni yang tersebar di seluruh pelosok negeri dan telah diserap oleh masyarakat, seperti di antaranya : Instansi Pemerintah, BUMN, PMA, Rumah Sakit, Puskesmas, Industri, Apotik, Laboratorium Klinik, Lembaga Pendidikan, Wiraswasta, dan lain-lain.

 

TUJUAN INSTITUSI

Institusi pendidikan Program Diploma III Analisis Kesehatan bertujuan untuk :

1.

Mendidik tenaga yang dapat menghasilkan tenaga analis kesehatan yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan professional sebagai berikut :

a. Memahami arti dan makna serta menjunjung tinggi sumpah jabatan profesi dan etika laboratorium kesehatan.
b. Memiliki rasa disiplin dan tanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan dalam melaksanakan kewajiban sebagai tenaga professional di bidang Analis Kesehatan.
c. Dapat mengembangkan diri menjadi manusia professional yang kritis, kreatif, dan berorientasi kepada masa depan bangsa.
d. Mengetahui dan mengikuti program upaya pelayanan kesehatan dan melaksanakannya dengan tepat.
e. Menggunakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip Ilmiah dalam menjalankan kewajibannya sebagai Analis kesehatan.
f. Dapat bekerja sama dengan Tim kesehatan lainnya dan dengan masyarakat.
g. Melaksanakan sistem administrasi yang baik.
h. Dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam bidang Analis kesehatan secara teknis dengan pengetahuan dan ketrampilan yang memadahi.
2.

Mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penerapan ilmu dan teknologi.

a. Melaksanakan dan mengembangkan program pendidikan berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945.
b. Memberikan pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
c. Meningkatkan jumlah dan mutu sarana pendidikan Analis Kesehatan yang memungkinkan penyebarannya keseluruh daerah agar kebutuhan akan tenaga analis kesehatan di daerah terpenuhi dan dapat menjunjung pemerataan upaya kesehatan.
d. Mengembangkan kelengkapan perangkat lunak dan perangkat keras.
3.

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga pengajar.

a. Mengembangkan Pendidikan Analis Kesehatan dengan memberikan kesempatan untuk melakukan kemahiran dalam bidang pemeriksaan laboratorium.
b. Meningkatkan jumlah dan mutu tenga pengajar sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
4. Mengembangkan informasi dan inovasi.
a. Mempertahankan unsur pendidikan pada taraf yang tinggi bersama-sama dengan badan atau lembaga yang ada kaitannya dengan peralatan yang menggunakan fasilitas laboratorium.
b. Mengikutsertakan masyarakat termasuk swasta dalam menyelenggarakan Program Pendidikan Diploma III Analis Kesehatan.
 

TUJUAN PENDIDIKAN

Tujuan Pendidikan Program Pendidikan Diploma III Analis Kesehatan adalah mendididk mahasiswa menjadi ahli Madya Analis Kesehatan yang mampu :
 
1. Melakukan profesinya sesuai dengan Program Pendidikan Diploma III Analis Kesehatan serta Etika Laboratorium.
2. Melakukan pemeriksaan laboratorium pada upaya kesehatan rujukan medik dan rujukan kesehatan lainnya.
3. Menggunakan dan memelihara serta memperbaiki kerusakan sederhana alat-alat laboratorium.
4. Bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya.
5. Membimbing dan membina tenaga kesehatan yang menjadi tanggung jawabnya.
6. Mengelola / memimpin laboratorium kesehatan pada upaya kesehatan rujukan pertama.
7. Melakukan administrasi laboratorium kesehatan.
8. Melakukan penyuluhan kesehatan sesuai dengan bidangnya.

 

PERAN DAN FUNGSI AHLI MADYA ANALISIS KESEHATAN

Sesuai dengan tugas yang diuraikan di atas, ditetapkan peran, fungsi dan kompetensi lulusan sebagai berikut :

Peran ahli Madya Analis Kesehatan :

1. Pelaksanaan teknis dalam pelayanan laboratorium kesehatan.
2. Pengelola komponen laboratorium kesehatan.
3. Pembimbing/penyuluh.
4. Pembantu peneliti.


Fungsi dan kompetensi

Peran I
Pelaksanaan Teknis dalam pelayanan laboratorium kesehatan.

Fungsi   
Melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam bidang analis kesehatan
Kompetensi :

1. Mengetahui dasar-dasar genetic anatomi dan fisiologi tubuh manusia.
2. Melaksanakan analisis pengujian reagensia untuk menetapkan kualitas pemeriksaan secara internal agar hasil analisis dapat dipercaya.
3. Membuat larutan pereaksi yang bersifat standar.
4. Melakukan analisis senyawa organik terutama gugus fungsional
5. Melakukan analisis secara konvensional maupun menggunakan alat-alat elektronik (instrumental analysis).
6. Mengetahui struktur, peran dan fungsi hormon, vitamin, protein dan lain-lain serta pembentukan dan penyimpanan energi metabolisme.
7. Mengenal berbagai sifat secara kimia maupun fisika dari senyawa organik.
8. Mengetahui berbagai instrument yang ada di laboratorium kesehatan dan mengetahui cara kerja dan cara menggunkannya secara efektif dan efisien.
10. Melakukan pengambilan, pengumpulan dan penyimpanan bahan-bahan pemeriksaan dan reagenisasinya untuk berbagai analisis di laboratorium.
11. Melakukan pemeriksaan secara analisis kimia klinik, hematologik, mikrobiologik, parasitologik bahan-bahan urin, feses, darah, serum, plasma, cairan lambung dan sebagainya dalam menjunjung diagnosis penyakit berdasarkan reaksi-reaksi kimia.
12. Melaksanakan pemeriksaan jasad renik dalam laboratorium kesehatan melalui pemeriksaan makroskopis, mikrokopis, isolasi dan melalui tes serologik / imonologik.
13. Melaksanakan analisis kualitatif dan kuantitatif bahan farmasi, pestisida dan makanan.
14. Melakukan pemantapan mutu laboratorium secara internal dan eksternal antara lain meliputi bidang kimia klinik hematology, patologi, imunologi dan mikrobiologi.


Peran 2
Pengelola komponen laboratorium kesehatan.

Fungsi   

1. Membantu pimpinan laboratorium dalam perencanaan laboratorium kesehatan.
2. Mengawasi pelaksanaan kegiatan laboratorium dalam komponen yang menjadi wewenangnya.


Kompetensi :

1. Merencanakan kegiatan laboratorium.
2. Mengatur pelaksanaan pemeriksaan laboratorium.
3. Mengawasi dan membimbing pelaksana pemeriksaan laboratorium.
4. Mengevaluasi hasil pemeriksaan laboratorium.
5. Membuat laporan mengenai kegiatan laboratorium.


Peran 3
Pembimbing / penyuluh.

Fungsi   

1. Memberikan bimbingan dan pengawasan kepada tenaga kesehatan laboratorium yang terkait dengan teknik pemeriksaan laboratorium kesehatan.
2. Memberikan penerangan/penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat pemeriksaan laboratorium.

 

Kompetensi :

1. Membuat rencana penyuluhan kesehatan yang berkaitan dengan pemeriksaan laboratorium.
2. Melaksanakan penyuluhan kesehatan yang berkaitan dengan pemeriksaan laboratorium.
3. Mengevaluasi hasil penyuluhan kesehatan dalam bidang laboratorium

 

Peran 4
Pembantu peneliti.

Fungsi   
Membantu pelaksanaan penelitian dalam bidang yang berkaitan dengan pemeriksaan laboratorium.

Kompetensi :

1. Mengidentifikasi masalah yang memerlukan penelitian.
2. Berperan sebagai peneliti dan anggota Tim dalam pelaksanaan penelitian dalam bidang pemeriksaan laboratorium.
 

Alumni AAK-AKAFARMA 17

Langkah #1 :
Langkah #2 :
Langkah #3 :

Statistik Web

Hari IniHari Ini21
KemarinKemarin26
Minggu IniMinggu Ini76
Bulan IniBulan Ini470
Semua HariSemua Hari57748